Social Icons

Pages

Jumat, 08 Agustus 2008

Kompor Matahari Untuk Rakyat Miskin

Sebuah model awal (prototype) kompor matahari yang portabel, ringkas dan praktis, berhasil dibuat dan diujicoba oleh Dr Muhammad Nurhuda, pengajar pada Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Kompor ini telah dibuktikan bekerja baik, melalui pancaran sinar matahari Kota Malang yang tidak cukup terik pukul 09.00 pagi, bisa menanak 0,5 kg beras menjadi nasi selama satu jam saja.

Ini hanyalah salah satu temuan Nurhuda yang saat ini telah memegang nomor pendaftaran lima paten. Sebagai penekun teknologi tepat guna selama ini, ia menyerahkan karya hasil modifikasi kompor mataharinya ini kepada pemerintah atau siapapun yang menghendaki memproduksinya dalam jumlah besar, tanpa meminta kompensasi apapun, katanya di Malang, Rabu (12/3).



Nurhuda memberi sebutan kompornya, kompor matahari kotak untuk rakyat miskin. Teknologi ini sangat tepat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar rumah tangga miskin di pedesaan, asal tersedia cukup sinar matahari. "Cukup praktis untuk digunakan ibu rumah tangga, karena tidak menggunakan teknologi reflektor parabola seperti selama ini, " kata pengajar Fisika Teori ini.

Desainnya bukan asli ciptaannya, namun modifikasi hingga menjadi kompor yang benar-benar dijamin bisa bekerja memanaskan air atau menanak nasi adalah hasil jerih payahnya selama dua minggu terakhir, katanya.

Kompornya sangat sederhana, berupa kotak kayu 50x50 cm dan tinggi 30 cm, sepanjang sisi dikelilingi cermin biasa sebagai pengumpul sinar matahari. Salah satu cermin bisa disetel dihadapkan ke sinar matahari, lalu cermin sekelilingnya membantu mengumpulkan sinar matahari, ke titik fokus pada panci buatannya.

Panci itu serupa topi toga sarjana yang terbuka. Intinya, kelopak topi yang dicat hitam berfungsi sebagai sumber penangkap panas, yang kemudian jadi alas panci yang bakal memanaskan air atau masakan. Bagian penutup panci bukannya cembung ke atas, melainkan cekung ke bawah bersentuhan dengan air dan beras yang ditanak. Tujuannya, penutup ini juga berguna sebagai konduktor panas yang kontak langsung dengan air.

Kompor matahari tipe kotak ini, hanya bisa digunakan untuk keperluan sederhana sehari-hari seperti merebus air, menanak nasi, memasak porsi kecil. Jika memerlukan kompor berdaya panas besar, misalnya untuk ibu-ibu pemilik warung makan atau gorengan. Hanya mungkin dengan tipe parabola, namun lebih merepotkan pemakaiannya, katanya.

Jika diperhitungkan dengan biaya apabila diproduksi massal, kompor matahari tipe kotak ini diperkirakan bisa dibuat dengan biaya Rp 100.000 per buah oleh produsen, lalu bisa dijual pada ibu rumah tangga seharga Rp 250.000 sebagai kompor alter natif rumah tangga. Tanpa biaya bahan bakar, nyaris tanpa perawatan, bisa dijinjing. "Syaratnya hanya perlu sinar matahari, dan tentu harus digunakan siang hari di udara terbuka," katanya.

Sumber : Kompas (13 Maret 2008)



Baca juga artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Jual Chip Poker Paket ID
25M = Rp. 75.000
50M = Rp. 140.000
100M = Rp. 250.000

Kontak Person:
YM = adriantojusuf
SMS Only = 081244438282
Info lengkap..!